SKYSHI MEDIA – Pernahkah Anda tiba-tiba mendapat bantuan dari orang yang sama sekali tidak dikenal? Misalnya, ditolong saat motor mogok di jalan, dipinjami payung ketika hujan deras, atau bahkan sekadar disapa ramah di transportasi umum. Momen-momen kecil ini sering kali meninggalkan kesan mendalam yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.
Kebaikan orang asing mengajarkan kita bahwa empati tidak membutuhkan ikatan personal. Tindakan sederhana bisa menjadi pengingat bahwa masih ada sisi manusiawi yang menyatukan kita semua. Dalam dunia yang kerap dipenuhi berita negatif, pengalaman ini membawa harapan dan kehangatan.
Selain itu, pengalaman ditolong orang asing bisa mendorong efek domino: “pay it forward” atau meneruskan kebaikan itu kepada orang lain. Misalnya, setelah pernah diberi tumpangan gratis, seseorang jadi terdorong membantu orang lain tanpa pamrih. Inilah salah satu cara kebaikan bisa menular.
Dari sisi psikologi, kebaikan orang asing juga menumbuhkan kepercayaan sosial. Saat kita merasakan kepedulian tanpa alasan, kita belajar untuk lebih terbuka, berani percaya, dan tidak menutup diri dari orang sekitar.
Pada akhirnya, kebaikan orang asing mengajarkan bahwa meski dunia terasa individualistis, solidaritas masih hidup di ruang-ruang kecil kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya, apakah kita juga siap menjadi orang asing yang berbuat baik bagi orang lain?***
