SKYSHI MEDIA – Dalam beberapa tahun terakhir, NFT (Non-Fungible Token) mencuri perhatian publik, terutama di dunia hiburan. Mulai dari musik, film, seni digital, hingga olahraga, NFT menjadi medium baru bagi kreator dan penggemar untuk saling terhubung. Namun, muncul pertanyaan besar: apakah NFT hanya sekadar tren sementara atau benar-benar revolusi dalam industri hiburan?
NFT memungkinkan artis menjual karya digital dengan sertifikat kepemilikan unik berbasis blockchain. Misalnya, musisi dapat merilis album dalam bentuk NFT eksklusif, atau studio film menawarkan akses khusus ke cuplikan di balik layar. Penggemar yang membeli NFT tidak hanya mendapatkan konten, tetapi juga rasa memiliki yang lebih personal.
Beberapa selebritas dunia sudah terjun ke ranah ini. Penyanyi dan aktor internasional menjual karya digital mereka, bahkan klub olahraga besar merilis kartu pemain edisi terbatas dalam bentuk NFT. Fenomena ini menciptakan ekosistem baru di mana hiburan, teknologi, dan investasi saling bertemu.
Meski begitu, tak sedikit yang meragukan keberlanjutan NFT. Kritik datang terkait isu lingkungan akibat penggunaan blockchain, fluktuasi harga yang ekstrem, hingga risiko spekulasi. Namun, para pendukungnya percaya bahwa NFT adalah bagian dari masa depan hiburan digital: lebih interaktif, transparan, dan memberi peluang ekonomi baru bagi kreator.
Apakah NFT akan menjadi revolusi permanen atau hanya hype sesaat? Waktu yang akan menjawab, tetapi jelas bahwa NFT telah mengubah cara kita memandang hiburan digital.***
