SKYSHI MEDIA – Dalam hiruk-pikuk kehidupan, banyak orang yang mudah memberi maaf kepada orang lain, namun justru kesulitan ketika harus memaafkan dirinya sendiri. Rasa bersalah, penyesalan, atau luka batin kerap menjadi beban yang menghantui dan menghalangi langkah untuk maju.
Mengapa Sulit Memaafkan Diri?
Psikolog menyebutkan bahwa sulitnya memaafkan diri sendiri sering muncul karena standar yang terlalu tinggi, rasa takut mengecewakan orang lain, atau trauma masa lalu. Akibatnya, seseorang terjebak dalam siklus menyalahkan diri yang justru memperburuk kesehatan mental.
Dampak pada Kesehatan Mental
Menyimpan rasa bersalah terlalu lama dapat memicu stres, kecemasan, bahkan depresi. Generasi muda, yang sering kali berada di bawah tekanan sosial maupun ekspektasi diri, menjadi kelompok yang rentan mengalami hal ini.
Proses Memaafkan Diri
Memaafkan diri bukan berarti melupakan kesalahan, melainkan menerima bahwa kita manusia biasa yang bisa salah dan belajar dari pengalaman tersebut. Prosesnya meliputi:
- Mengakui kesalahan tanpa membenarkan.
- Belajar dari pengalaman agar tidak terulang.
- Melepaskan rasa bersalah dengan menggantinya pada tindakan nyata yang lebih positif.
Seni dalam Kehidupan Sehari-hari
Memaafkan diri adalah seni karena membutuhkan kesadaran, kesabaran, dan kasih sayang terhadap diri sendiri. Dengan mempraktikkannya, seseorang bisa hidup lebih ringan, fokus pada pertumbuhan, dan meraih kebahagiaan tanpa terus dihantui masa lalu.***


















