SKYSHI MEDIA – Di tengah maraknya gaya hidup sehat, tren kuliner kembali melirik resep-resep tradisional yang kaya rempah dan minim proses pengolahan. Indonesia dengan keragaman budaya kulinernya menghadirkan banyak pilihan makanan yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga menyehatkan tubuh.
Dari jamu Jawa, urap sayur khas Sunda, hingga bubur Manado yang sarat sayuran, kekayaan kuliner nusantara menawarkan harmoni antara rasa dan kesehatan. Konsep ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mencari makanan rendah bahan pengawet, minim gula, serta tetap mempertahankan cita rasa autentik.
Restoran dan kafe pun mulai mengangkat menu sehat dengan sentuhan tradisional, seperti smoothie berbahan temulawak, salad dengan bumbu kacang khas Nusantara, hingga dessert berbasis ubi ungu atau singkong. Kreativitas ini bukan hanya menjaga warisan kuliner, tetapi juga menjawab kebutuhan generasi muda akan gaya hidup sehat yang tetap lezat.
Pakar gizi menilai, makanan tradisional memiliki potensi besar sebagai pilihan diet seimbang. Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan serai bukan sekadar penyedap, melainkan sumber antioksidan alami. Sementara bahan pokok lokal seperti jagung, singkong, dan kacang-kacangan bisa menjadi pengganti karbohidrat olahan yang lebih ramah tubuh.
Dengan menggabungkan nilai tradisi dan prinsip gizi modern, kuliner sehat berbasis warisan lokal tak hanya menciptakan pengalaman makan yang unik, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya.***


















