SKYSHI MEDIA – Pajak sering kali dianggap sebagai beban oleh sebagian masyarakat, padahal faktanya, pajak adalah salah satu pilar utama pembangunan sebuah negara. Dari infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, hingga subsidi sosial, semuanya tidak bisa lepas dari kontribusi pajak. Lebih jauh lagi, pajak juga memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut para ekonom, pajak berfungsi sebagai sumber pendapatan negara yang kemudian dialokasikan untuk berbagai program pembangunan. Infrastruktur yang baik, misalnya, bukan hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mempercepat distribusi barang dan jasa sehingga meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Selain itu, pajak juga berperan dalam mendistribusikan kembali kekayaan melalui program subsidi dan bantuan sosial. Hal ini tidak hanya mengurangi kesenjangan, tetapi juga menciptakan daya beli yang lebih merata. Dengan daya beli yang stabil, konsumsi masyarakat meningkat, dan roda perekonomian pun berputar lebih cepat.
Pemerintah pun menggunakan kebijakan pajak sebagai alat pengendali ekonomi. Misalnya, pajak tinggi pada produk tertentu untuk menekan konsumsi, atau insentif pajak bagi industri yang dianggap strategis, seperti teknologi, energi terbarukan, dan UMKM. Insentif ini mendorong sektor-sektor penting untuk tumbuh lebih cepat dan memberikan kontribusi besar terhadap PDB.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Kepatuhan pajak masyarakat dan perusahaan masih perlu ditingkatkan. Digitalisasi sistem perpajakan, edukasi publik, hingga penegakan hukum menjadi langkah yang terus digalakkan pemerintah demi mewujudkan penerimaan pajak yang optimal dan transparan.
Pada akhirnya, pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk partisipasi aktif warga negara dalam pembangunan. Setiap rupiah yang disetorkan melalui pajak pada dasarnya adalah investasi bersama untuk menciptakan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif.***
