SKYSHI MEDIA – Kehadiran Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap dunia kerja secara drastis. Otomatisasi, robotika, dan algoritma pintar menggeser beberapa pekerjaan tradisional, tetapi juga membuka peluang karier baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Menurut pakar ekonomi digital, Dr. Rizal Mahendra, tantangan terbesar adalah adaptasi tenaga kerja. “Beberapa pekerjaan rutin memang bisa tergantikan AI, namun kreativitas, analisis kompleks, dan interaksi manusia tetap dibutuhkan. Selain itu, muncul profesi baru di bidang data science, AI ethics, dan pengembangan robotika,” jelasnya.
Perusahaan kini menekankan literasi digital dan keterampilan adaptif bagi karyawan. Pendidikan dan pelatihan menjadi kunci agar generasi muda siap menghadapi pekerjaan yang lebih dinamis. Bahkan, kolaborasi manusia dengan AI diprediksi menjadi tren utama, bukan persaingan.
Meski ada kekhawatiran soal kehilangan pekerjaan, AI juga memberi peluang efisiensi, inovasi, dan karier baru yang lebih menarik. Kuncinya adalah kesiapan, pembelajaran berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang.***













