SKYSHI MEDIA – Dalam satu dekade terakhir, ekosistem startup di Indonesia tumbuh pesat dan menjadi bagian penting dari perekonomian digital. Pertumbuhan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi, finansial, logistik, hingga kesehatan tidak hanya melahirkan unicorn baru, tetapi juga mendorong kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, startup digital telah menyerap ratusan ribu tenaga kerja langsung maupun tidak langsung. Selain itu, mereka mempercepat inklusi keuangan, memperluas akses layanan publik, dan menciptakan efisiensi di berbagai sektor. Hal ini membuat dampaknya tidak hanya terasa di perkotaan, tetapi juga hingga ke pelosok desa.
Meski demikian, mengukur kontribusi startup terhadap PDB bukanlah hal sederhana. Startup sering bergerak lintas sektor dengan model bisnis yang dinamis. Nilai tambah yang mereka hasilkan tidak hanya berupa pendapatan, melainkan juga dalam bentuk inovasi, peningkatan produktivitas, dan percepatan digitalisasi ekonomi.
Ekonom menilai, jika ekosistem startup terus didukung dengan regulasi ramah inovasi, akses permodalan yang luas, serta literasi digital masyarakat, kontribusi mereka terhadap PDB bisa meningkat secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Bukan tidak mungkin, startup akan menjadi motor utama perekonomian Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing global.***



















