SKYSHI MEDIA – Tren investasi kini tidak lagi eksklusif untuk kalangan profesional. Anak muda semakin aktif menanamkan modal, tapi pertanyaannya: apakah lebih baik memilih saham, kripto, atau properti?
Saham menjadi pilihan klasik dengan potensi imbal hasil stabil. Platform digital membuat pembelian saham lebih mudah dan transparan, memungkinkan investor pemula belajar pasar modal secara praktis.
Kripto menawarkan potensi keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi volatilitasnya tinggi. Anak muda yang suka risiko dan memahami teknologi blockchain cenderung tertarik pada aset digital ini.
Properti sering dianggap investasi jangka panjang dengan nilai yang cenderung stabil. Meski membutuhkan modal besar, properti memberi keuntungan nyata berupa aset fisik yang bisa disewakan atau dijual kembali.
Menurut pakar keuangan, Dr. Rizal Mahendra, kunci sukses investasi adalah diversifikasi dan memahami profil risiko. “Tidak ada satu jawaban benar untuk semua orang. Anak muda bisa mulai dengan modal kecil, belajar, lalu membangun portofolio yang seimbang antara risiko dan imbal hasil,” jelasnya.
Investasi bukan sekadar menaruh uang, tapi juga soal literasi finansial, strategi, dan kesabaran. Dengan pemahaman yang tepat, generasi muda bisa memanfaatkan peluang investasi untuk membangun masa depan yang lebih aman dan mandiri.***



















