SKYSHI MEDIA – Harga kopi naik, biaya transportasi semakin mahal, bahkan jajan harian pun terasa lebih berat di kantong. Fenomena ini tak lain adalah efek inflasi, yang kini semakin dirasakan anak muda di Indonesia.
Apa Itu Inflasi?
Inflasi sederhananya adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam jangka waktu tertentu. Meski angka inflasi sering terlihat dalam laporan ekonomi, dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang baru belajar mengatur keuangan.
Beban Hidup Harian
Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat biaya hidup ikut melambung. Nongkrong di kafe jadi terasa lebih mahal, ongkos transportasi online naik, hingga harga skincare dan gadget impian pun semakin sulit dijangkau.
Efek ke Gaya Hidup
Banyak anak muda akhirnya mulai menyesuaikan gaya hidup. Dari yang biasa makan di luar, kini memilih masak sendiri. Dari yang sering bepergian, kini lebih selektif memilih destinasi. Inflasi memaksa generasi muda belajar mengutamakan kebutuhan daripada sekadar keinginan.
Peluang Belajar Finansial
Namun, tak semua dampak inflasi bersifat negatif. Situasi ini juga bisa menjadi momentum bagi anak muda untuk lebih peduli pada literasi keuangan. Mulai dari belajar membuat dana darurat, menabung di instrumen yang tepat, hingga mencari peluang investasi jangka panjang.
Strategi Menghadapi Inflasi
Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain: mencatat pengeluaran harian, memanfaatkan promo digital, serta memperkuat keterampilan agar punya sumber penghasilan tambahan. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya bertahan, tapi juga bisa tetap berkembang di tengah kondisi ekonomi yang menantang.***
