SKYSHI MEDIA – Gaya hidup kerja generasi milenial kini tidak hanya bertumpu pada pekerjaan utama. Fenomena side hustle atau pekerjaan sampingan menjadi tren yang semakin marak. Dari berjualan online, menjadi content creator, hingga membuka jasa freelance, para milenial mencari cara kreatif untuk menambah pemasukan sekaligus menyalurkan passion.
Salah satu alasan mengapa side hustle begitu digandrungi adalah fleksibilitas. Di tengah era digital, peluang kerja tambahan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Platform daring membuka pintu bagi siapa pun yang ingin mengubah keterampilan menjadi sumber penghasilan, mulai dari desain grafis, menulis, hingga mengajar kelas online.
Namun, tak bisa dipungkiri, faktor ekonomi juga mendorong fenomena ini. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat membuat banyak milenial mencari cara agar tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. “Bagi saya, side hustle bukan hanya tambahan uang, tapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri,” ungkap Rani, 27 tahun, seorang karyawan yang juga berbisnis kopi kekinian.
Meski begitu, side hustle juga punya tantangan. Manajemen waktu menjadi kunci utama agar pekerjaan utama tetap terjaga. Burnout juga bisa mengintai bila tidak pandai mengatur prioritas.
Fenomena ini membuktikan bahwa milenial semakin adaptif menghadapi perubahan zaman. Side hustle bukan sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup kerja generasi ini—di mana kerja keras, kreativitas, dan fleksibilitas saling berpadu.***













