Fenomena “Buy Now, Pay Later”: Bantu atau Jerat Generasi Muda?

banner 468x60

SKYSHI MEDIA – Belanja online kini makin mudah dengan hadirnya fitur Buy Now, Pay Later (BNPL) atau beli sekarang, bayar nanti. Fenomena ini tumbuh pesat di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda yang gemar belanja digital. Dengan sekali klik, pengguna bisa mendapatkan barang atau jasa tanpa perlu membayar langsung, cukup mencicil di bulan berikutnya.

Bagi sebagian orang, BNPL dianggap sebagai solusi praktis untuk mengatur keuangan. Mahasiswa dan pekerja muda bisa membeli kebutuhan mendesak tanpa harus menunggu gaji cair. Selain itu, banyak platform menawarkan bunga rendah bahkan tanpa bunga, sehingga semakin menarik minat konsumen.

banner 336x280

Namun, di balik kemudahan itu, ada sisi gelap yang perlu diwaspadai. Riset dari beberapa lembaga keuangan mencatat, penggunaan BNPL berlebihan bisa memicu gaya hidup konsumtif. Generasi muda cenderung terjebak dalam utang kecil-kecilan yang menumpuk, apalagi jika tidak disiplin mengatur pengeluaran.

Fenomena ini menimbulkan perdebatan: apakah BNPL benar-benar membantu atau justru menjebak? Di satu sisi, ia mendorong inklusi keuangan dan memudahkan akses belanja. Di sisi lain, risiko financial trap juga mengintai jika pengguna tidak memiliki literasi keuangan yang cukup.

Pakar keuangan menyarankan agar generasi muda menggunakan BNPL dengan bijak. Batasi penggunaannya hanya untuk kebutuhan penting, catat cicilan yang ada, dan pastikan tidak melebihi kemampuan bayar.

Dengan kata lain, BNPL bisa menjadi sahabat atau jebakan, tergantung bagaimana cara kita mengelolanya.***

banner 336x280