Ekonomi Transportasi: Dari Ojol hingga Kendaraan Listrik

SKYSHI MEDIA – Transportasi bukan lagi sekadar sarana berpindah tempat, melainkan juga motor penggerak roda ekonomi. Di Indonesia, geliat sektor transportasi semakin terasa, terutama dengan kehadiran ojek online (ojol) yang telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Layanan transportasi daring ini bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi jutaan orang. Dari antar-jemput penumpang hingga layanan pesan-antar makanan, ekosistem ojol berhasil menyatu dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat modern.

Namun, perkembangan transportasi tak berhenti di situ. Tren global kini mengarah pada kendaraan ramah lingkungan, terutama mobil dan motor listrik. Indonesia, dengan potensi besar nikel sebagai bahan baku baterai, melihat peluang emas untuk menjadi pemain penting di pasar kendaraan listrik dunia. Pemerintah pun mendorong percepatan transisi ini melalui berbagai insentif, mulai dari subsidi pembelian hingga pembangunan infrastruktur stasiun pengisian daya.

Peralihan dari transportasi konvensional ke kendaraan berbasis listrik tidak hanya bicara soal teknologi, tetapi juga soal ekonomi. Efisiensi biaya operasional, pengurangan emisi karbon, dan peluang industri baru membuat kendaraan listrik menjadi pilihan strategis. Meski tantangan masih ada, seperti harga yang relatif tinggi dan keterbatasan infrastruktur, arah pergeseran ini tampaknya tak terelakkan.

Ekonomi transportasi kini bergerak dari pola tradisional menuju sistem berbasis teknologi dan keberlanjutan. Dari roda dua ojol yang menjelajah jalanan kota, hingga mobil listrik yang mulai merambah jalanan ibu kota, sektor ini terus membuktikan perannya sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.***