SKYSHI MEDIA – Di tengah perubahan iklim dan isu lingkungan yang semakin mendesak, ekonomi hijau atau green economy menjadi tren global. Negara-negara maju mulai beralih ke praktik bisnis ramah lingkungan, energi terbarukan, dan investasi berkelanjutan. Pertanyaannya, bagaimana posisi Indonesia dalam tren ekonomi hijau ini, dan peluang apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal?
Apa Itu Ekonomi Hijau?
Ekonomi hijau adalah konsep pembangunan ekonomi yang menekankan keberlanjutan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi karbon. Tujuannya tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat jangka panjang.
Praktik ekonomi hijau meliputi energi bersih, transportasi ramah lingkungan, pertanian organik, pengelolaan sampah, hingga pembangunan gedung hemat energi. Konsep ini kini tidak lagi dianggap opsional, melainkan menjadi kebutuhan untuk menghadapi tantangan global.
Tren Global Ekonomi Hijau
Di tingkat internasional, banyak negara yang mengadopsi ekonomi hijau sebagai strategi utama. Uni Eropa misalnya menargetkan net zero emission pada 2050 dan mengalokasikan miliaran euro untuk energi terbarukan. China juga menekankan investasi di energi surya dan angin sebagai bagian dari transformasi industrinya.
Perusahaan besar pun tidak ketinggalan. Banyak yang mulai menerapkan praktik ramah lingkungan dalam rantai pasokannya, seperti mengurangi plastik, menggunakan bahan daur ulang, atau memproduksi energi bersih. Tren ini menunjukkan bahwa ekonomi hijau bukan sekadar gerakan sosial, tetapi juga peluang bisnis yang menjanjikan.
Peluang Ekonomi Hijau di Indonesia
Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi hijau. Sumber daya alam yang melimpah, dari hutan tropis, laut, hingga energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya, menjadi modal utama.
Sektor energi menjadi peluang besar. Pemerintah Indonesia menargetkan porsi energi terbarukan sebesar 23 persen dari total energi nasional pada 2025. Hal ini membuka ruang bagi investor lokal dan asing untuk berinvestasi di pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan biomassa.
Selain itu, sektor pertanian organik juga semakin diminati. Konsumen kini lebih sadar akan kesehatan dan lingkungan, sehingga produk ramah lingkungan memiliki nilai jual tinggi. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan produk organik atau ramah lingkungan yang diminati pasar domestik maupun internasional.
Tantangan Ekonomi Hijau di Indonesia
Meski memiliki potensi besar, ekonomi hijau di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Infrastruktur masih menjadi kendala, regulasi belum sepenuhnya mendukung, dan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, investasi awal di sektor ramah lingkungan sering kali tinggi, sehingga memerlukan dukungan pemerintah dan insentif agar pelaku usaha berani mengambil risiko. Pendidikan dan pelatihan juga penting untuk memastikan tenaga kerja siap menghadapi transformasi ekonomi hijau.
Inovasi dan Kreativitas sebagai Kunci Sukses
Untuk berhasil dalam ekonomi hijau, inovasi dan kreativitas menjadi faktor utama. Perusahaan tidak hanya dituntut mengadopsi praktik ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan produk dan layanan yang unik dan kompetitif.
Contohnya, startup yang memanfaatkan limbah plastik untuk diubah menjadi bahan bangunan atau mode, atau perusahaan teknologi yang mengembangkan aplikasi untuk memantau konsumsi energi. Pendekatan kreatif seperti ini bisa membuka peluang pasar baru sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi hijau melalui regulasi, insentif pajak, dan dukungan infrastruktur. Beberapa kebijakan yang sudah diterapkan misalnya sertifikasi bangunan hijau, subsidi energi terbarukan, dan program pengelolaan sampah.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran strategis. Kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan akan mendorong perusahaan lebih serius menerapkan praktik hijau. Dengan kata lain, permintaan pasar menjadi pendorong utama transformasi ekonomi.
Ekonomi hijau bukan lagi tren sementara, tetapi arah perkembangan ekonomi global. Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang ini melalui energi terbarukan, pertanian organik, pengelolaan limbah, dan inovasi ramah lingkungan.
Dengan dukungan pemerintah, kesadaran masyarakat, serta kreativitas pelaku usaha, ekonomi hijau bisa menjadi motor pertumbuhan baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Transformasi ini membuka jalan bagi Indonesia untuk bersaing di kancah global sekaligus mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang.***













