SKYSHI MEDIA – Data menunjukkan, banyak bisnis baru yang tak mampu bertahan lama. Bahkan, sebagian besar startup dan usaha kecil gulung tikar dalam kurun waktu lima tahun pertama. Pertanyaannya, apa yang sebenarnya membuat bisnis gagal di fase awal perjalanan ini?
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya perencanaan yang matang. Banyak pelaku usaha terlalu fokus pada ide, tapi mengabaikan riset pasar, manajemen keuangan, dan strategi jangka panjang. Akibatnya, bisnis tidak siap menghadapi persaingan.
Selain itu, arus kas (cash flow) yang buruk juga jadi alasan klasik. Bisnis yang terlihat ramai pun bisa kolaps jika pengeluaran tak seimbang dengan pemasukan. Di sisi lain, adaptasi terhadap perubahan tren juga menjadi tantangan. Banyak usaha tumbang karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen atau perkembangan teknologi.
Tak kalah penting, tim yang tidak solid bisa menghancurkan pondasi bisnis. Konflik internal, kurangnya komunikasi, dan tidak adanya visi bersama membuat bisnis mudah goyah. Faktor lain seperti promosi yang tidak efektif, lokasi yang salah, hingga manajemen stok yang buruk turut mempercepat kegagalan.
Namun, kegagalan bukan akhir dari segalanya. Justru dari kegagalan inilah pelaku usaha bisa belajar untuk bangkit lebih kuat. Bisnis yang bertahan biasanya adalah mereka yang belajar cepat, fleksibel, dan berani berinovasi.***













