Analisis Tren Konsumsi Gen Z di Indonesia

banner 468x60

SKYSHI MEDIA – Generasi Z (lahir antara 1997–2012) kini menjadi motor penggerak baru dalam perekonomian Indonesia. Dengan jumlah mencapai lebih dari 27% dari total populasi, kebiasaan konsumsi Gen Z memberi pengaruh besar terhadap arah pasar, tren gaya hidup, hingga strategi bisnis berbagai sektor.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh dalam era digital yang serba cepat. Mereka cenderung memilih produk yang bukan hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai emosional dan sosial. Brand yang berorientasi pada isu keberlanjutan, keaslian, hingga representasi identitas mendapat tempat istimewa di hati mereka.

banner 336x280

Dalam hal konsumsi, Gen Z lebih suka pengalaman daripada sekadar barang. Wisata unik, konser musik, hingga kuliner otentik lebih menarik perhatian dibandingkan membeli produk mewah. Selain itu, tren online shopping dan cashless payment sudah menjadi gaya hidup harian, memperlihatkan betapa digitalisasi tak bisa dipisahkan dari mereka.

Menurut pakar ekonomi kreatif, Gen Z juga memiliki karakter kritis dalam memilih produk. Mereka tidak segan membatalkan loyalitas terhadap suatu brand jika tidak sejalan dengan nilai yang mereka junjung, seperti keberlanjutan lingkungan atau keberagaman.

Di sisi lain, media sosial menjadi kunci besar dalam membentuk tren konsumsi. Dari TikTok hingga Instagram, rekomendasi konten kreator sering kali lebih dipercaya dibandingkan iklan formal. Tak heran jika strategi pemasaran yang melibatkan influencer kini lebih efektif menjangkau generasi ini.

Tren konsumsi Gen Z jelas menandai pergeseran perilaku pasar di Indonesia. Bagi pelaku bisnis, memahami pola ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan jika ingin tetap relevan di tengah perubahan zaman.***

banner 336x280