SKYSHI MEDIA- Penguatan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda menjadi sorotan dalam kunjungan Anggota DPR RI Komisi X, Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH., ke Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 mahasiswa dan unsur pendidikan tersebut mengusung tema “Entrepreneurship Bukan Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Peluang”. Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya membangun pola pikir mandiri, inovatif, dan mampu membaca peluang di tengah perubahan dunia kerja.
Hadir sebagai pemateri, Kepala Bagian Keuangan dan Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Irvan Yuliastono, S.E.; Rektor UMPRI, Ns. Arena Lestari, M.Kep., Sp.Kep., I., Ph.D.; serta Wakil Rektor III UMPRI, Afrizal, SHi., MHi.
Muhammad Kadafi Soroti Potensi Wirausaha Lampung
Dalam sambutannya, Muhammad Kadafi menilai Kabupaten Pringsewu memiliki potensi besar dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Pringsewu banyak melahirkan para cendekiawan, baik di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung I itu juga menekankan pentingnya pertumbuhan jumlah wirausaha untuk mendukung kemajuan bangsa. Ia mencontohkan sejumlah negara yang dinilainya mampu mendorong kewirausahaan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi.
Menurut Kadafi, Lampung memiliki peluang pengembangan usaha di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, produk makanan, hingga produksi suvenir atau merchandise.
“Lampung punya gagasan besar dalam pengembangan pariwisata, turunan ekonomi kreatif, produk makanan, hingga merchandise. Ini adalah peluang yang harus diambil mahasiswa,” tegasnya.
Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya melihat peluang kerja formal, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan menjadi usaha yang memberikan nilai tambah dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Rektor UMPRI: Kompetensi Tak Cukup Hanya dengan Ijazah
Rektor UMPRI, Ns. Arena Lestari, menyoroti perubahan lanskap dunia kerja yang berlangsung cepat seiring perkembangan teknologi dan semakin ketatnya persaingan global.
Menurut Arena, generasi muda menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Dunia kerja kini menuntut fleksibilitas, kemampuan beradaptasi, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Dulu, pekerjaan identik dengan rutinitas, struktur yang kaku, dan lokasi terbatas. Sekarang dan nanti, teknologi mendisrupsi segala hal, fleksibilitas menjadi kunci, dan persaingan bersifat global,” jelas Arena.
Ia menegaskan mahasiswa perlu mengubah pola pikir agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lowongan pekerjaan.
“Kompetensi saat ini lebih berharga daripada sekadar ijazah. Jangan hanya menjadi job seeker yang bergantung pada lowongan yang tersedia, tetapi jadilah opportunity creator yang berbasis pada penemuan peluang,” pesannya.
Menurut Arena, kemampuan mengenali kebutuhan masyarakat dan mengubahnya menjadi solusi merupakan salah satu bekal penting untuk membangun usaha sekaligus menghadapi perubahan dunia kerja.
Masalah Bisa Menjadi Peluang Usaha
Dalam sesi diskusi, para narasumber membahas kewirausahaan sebagai kemampuan yang tidak terbatas pada aktivitas membuka usaha. Entrepreneurship juga mencakup kecakapan mengenali peluang, menciptakan solusi, serta mengelola sumber daya secara efektif.
“Kita harus bisa mengenali peluang dari permasalahan. Jangan berhenti pada masalah, tapi bergerak maju untuk menciptakan solusi,” ujar Arena.
Mahasiswa juga didorong mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan beradaptasi. Ketiga kemampuan tersebut dinilai penting untuk mengolah ide menjadi tindakan nyata serta menghadapi persaingan yang semakin luas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak mempertanyakan peluang yang dapat mereka ciptakan dari lingkungan sekitar, termasuk potensi ekonomi lokal di Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung.
Sinergi Kampus dan Pemerintah Dorong Wirausaha Muda
Kegiatan di UMPRI tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan legislatif dalam mendorong lahirnya wirausaha muda.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan potensi daerah menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Dengan bekal pengetahuan dan pola pikir kewirausahaan, mahasiswa diharapkan mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja, serta mengembangkan produk dan layanan yang memiliki daya saing lebih luas.***













