SKYSHI MEDIA – Wayang, seni tradisional yang telah diwariskan turun-temurun di Indonesia, kini memasuki babak baru. Transformasi ke dunia modern membuat wayang tidak hanya tampil di panggung konvensional, tapi juga merambah digital, animasi, dan media interaktif.
Menurut pengamat budaya, Dr. Raden Santoso, adaptasi ini penting untuk memastikan seni warisan bangsa tetap relevan di era milenial. “Generasi muda kini lebih dekat dengan media digital. Menghadirkan wayang melalui animasi, game, dan platform virtual membuat mereka bisa belajar budaya tanpa kehilangan unsur hiburannya,” jelasnya.
Beberapa seniman kreatif bahkan menggabungkan wayang dengan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), sehingga penonton bisa berinteraksi dengan karakter wayang secara langsung. Inovasi ini membuka peluang kolaborasi lintas seni, teknologi, dan pendidikan.
Meski modernisasi mengubah tampilannya, nilai filosofis dan pesan moral yang terkandung dalam wayang tetap dipertahankan. Transformasi ini membuktikan bahwa budaya tradisional bisa hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi, menarik generasi muda sekaligus menjaga akar budaya.***













