SKYSHI MEDIA – Ketika menonton film animasi, penonton sering kali terpukau oleh karakter-karakter lucu, menggemaskan, atau penuh wibawa. Namun, di balik suara yang membuat karakter itu hidup, ada sosok dubber yang bekerja keras menghadirkan emosi dan jiwa pada setiap dialog. Profesi ini mungkin jarang terlihat, tetapi memiliki peran vital dalam kesuksesan sebuah film animasi.
Dubber tidak hanya membaca naskah, melainkan harus mampu menyalurkan ekspresi, intonasi, dan emosi yang sesuai dengan karakter. Bayangkan bagaimana tantangannya memberi suara pada monster menggemaskan, robot tanpa perasaan, atau hewan yang berbicara layaknya manusia. Semua itu menuntut keterampilan akting yang mumpuni meskipun mereka tidak tampil di layar.
Banyak dubber menceritakan perjuangan mereka melewati ratusan kali pengulangan rekaman demi hasil yang sempurna. Ada pula kisah unik, seperti bagaimana mereka mencari inspirasi suara dari keseharian—misalnya menirukan suara hewan peliharaan atau gaya bicara orang di sekitar.
Sayangnya, penghargaan untuk dubber kerap kalah pamor dibanding aktor layar. Padahal, tanpa mereka, karakter animasi mungkin tidak akan terasa begitu hidup dan dekat di hati penonton.
Kisah para dubber adalah bukti bahwa seni peran tidak selalu harus tampil di depan kamera. Suara mereka adalah nyawa bagi animasi, menghidupkan karakter yang akhirnya menjadi bagian dari kenangan banyak orang.***













