SKYSHI MEDIA – Dalam dunia bisnis modern, produk yang bagus saja tidak cukup. Konsumen kini lebih tertarik pada cerita di balik sebuah brand. Storytelling menjadi strategi penting untuk membangun kedekatan emosional, meningkatkan kepercayaan, hingga menciptakan loyalitas jangka panjang. Beberapa brand dunia dan lokal sudah membuktikan kekuatannya.
- Nike – “Just Do It”
Lebih dari sekadar tagline, kampanye Nike bercerita tentang perjuangan, keberanian, dan keyakinan. Nike menekankan bahwa siapa pun bisa menjadi atlet, bukan hanya mereka yang profesional. - Coca-Cola – Kebahagiaan dalam Botol
Coca-Cola konsisten menekankan cerita tentang kebersamaan, kebahagiaan, dan momen spesial bersama orang terdekat. Kampanye “Share a Coke” sukses besar karena melibatkan konsumen langsung dalam cerita brand. - Gojek – Dari Solusi Ojek ke Super App
Gojek memulai dengan cerita sederhana: membantu orang mengakses transportasi dengan mudah. Kini berkembang menjadi super app dengan narasi “solusi hidup sehari-hari.” Kisah transformasi ini memperkuat identitas mereka. - Apple – Think Different
Apple tidak hanya menjual gadget, tetapi menceritakan filosofi tentang kreativitas, inovasi, dan keberanian untuk berbeda. Storytelling ini membuat produk mereka lebih dari sekadar teknologi, tetapi simbol gaya hidup. - Wardah – Cantik dari Hati
Brand kosmetik Indonesia ini sukses dengan storytelling yang menyentuh hati, menekankan kecantikan natural, nilai kehalalan, dan kepercayaan diri perempuan. Cerita ini membuat Wardah dekat dengan konsumen Muslimah. - Starbucks – “Third Place”
Starbucks menjual kopi, tapi cerita utamanya adalah tentang menciptakan “tempat ketiga” selain rumah dan kantor—ruang nyaman untuk bersosialisasi, bekerja, atau sekadar menikmati waktu sendiri. - Tokopedia – Selalu Ada Jalan
Dengan kisah perjalanan UMKM kecil hingga sukses berkat teknologi, Tokopedia menampilkan diri sebagai brand yang mendorong pemerataan ekonomi digital di Indonesia. Cerita ini memperkuat posisinya sebagai e-commerce yang humanis.
Storytelling bukan sekadar promosi. Ia adalah cara membangun hubungan emosional dengan audiens. Saat konsumen merasa bagian dari cerita, brand tidak lagi sekadar produk—tetapi pengalaman hidup.***












